Sabtu, 12 April 2014

pengaruh alsintan terhadap tanah



PENGARUH ALSINTAN TERHADAP TANAH


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
 Alsintan atau alat dan mesin pertanian adalah sebutan yang digunakan untuk menyebut alat-alat atau mesin yang digunakan dalam bidang pertanian. Pada zaman dahulu, ketika manusia masih hidup di zaman purba tapi sudah mengenal pola bercocok tanam, alat pertanian yang mereka gunakan adalah berupa alat-alat dari batu atau kayu. Tapi di zaman modern ini, untuk bercocok tanam, manusia mencari kemudahan-kemudahaan dengan menciptakan alat yang bisa mempemudah proses bertani atau bercocok tanam. Dan alat yang di ciptakan untuk tujuan pertanian ini kemudian di kenal dengan istilah Alat dan mesin pertanian.
 Alat dan mesin pertanian sesungguhnya mempunyai pengertian yang sangat jauh berbeda. Alsintan adalah dua kata yang di satukan. Berasal dari istilah alat pertanian dan mesin pertanian. Keduanya, baik alat maupun mesin mempunyai perbedaan dalam bentuk, tenaga pengerak dan proses yang dilakukan. Alat pertanian mempunyai bentuk dan mekanisme yang sederhana, dijalankan secara manual dan proses yang dilakukan sedikit. Sedangkan mesin pertanian bentuk dan mekanismenya sangat kompleks, bekerja secara otomatis dan hasil proses yang di kerjakan sangat banyak.

 Pemeliharaan tanaman secara umum mencakup segala kegiatan yang berkaitan dengan upaya menjaga kelangsungan hidup tanaman agar tetap hidup sehat dan memiliki produktivitas tinggi. Kegiatan yang dikerjakan pada pemeliharaan tanaman dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia maupun tenaga mesin pertanian. Pekerjaan pemeliharaan tanaman yang menggunakan tenaga manusia adalah sulam (replacement) dan pengendalian gulma pasca tumbuh.  Sulam bertujuan memperbaiki populasi tanaman. Pemeliharaan tanaman menggunakan alsintan atau kultivasi bertujuan menyiapkan kondisi tanah agar memungkinkan terjadinya perkembangan akar yang baik dan mendukung pertumbuhan tanaman.


1.2  Rumusan Masalah
 Terdapat sejumlah permasalahan dalam upaya pengembangan teknologi pertanian berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) di dalam negeri yakni :
Ø  Sistem standarisasi, sertifikasi, dan pengujian alat dan mesin pertanian (alsintan) masih lemah.
Ø  Pemanfaatan dan ketersediaan alat dan mesin (alsintan) masih kurang.
Ø  Skala usaha penggunaan alat dan alsintan belum memadai, dukungan perbengkelan masih lemah.
Ø  Belum mantapnya kelembagaan alsintan.
Ø  Belum optimalnya pengelolaan alsintan di sub sektor pertanian.
Ø  Masih rendahnya partisipasi masyarakat/swasta dalam pemanfaatan dan pengembangan alsintan serta terbatasnya daya beli maupun permodalan akibat daya tukar produk pertanian yang makin menurun.
1.3  Tujuan
 Adapun tujuan dari makalah ini adalah :
Ø  Menginformasikan penggunakan alsintan secara baik dan mengikuti struktur pemakaian yang normal.
Ø  Memaparkan dampak positif dan negatif dari penggunaan alsintan.
Ø  Memaparkan pengaruh alsintan pada lahan perkebunan, jika tidak teratur.


BAB II
DASAR TEORI

            Alat dan mesin pertanian atau yang biasanya disingkat dengan Alsintan merupakan alat-alat yang digunakan dalam bidang pertanian untuk melancarkandan mempermudah petani dalam mengolah lahan dan hasil-hasil pertanian Alatdan mesin pertanian sangatlah berperan penting dalam berbagai kegiatan pertanian diantaranya adalah menyediakan tenaga untuk daerah yang kekurangan tenaga kerja Antisipasi minat kerja di bidang pertanian yang terus menurun, meningkatkan kapasitas kerja sehingga luas tanam dan intensitas tanam dapat meningkat, meningkatkan kualitas sehingga ketepatan dan keseragaman proses dan hasil dapat diandalkan serta mutu terjamin, meningkatkan kenyamanan dan keamanan sehingga menambah produktivitas kerja, mengerjakan tugas khusus atau sulit dikerjakan oleh manusia dan memberikan peran dalam pertumbuhan disektor non pertanian (Anonim, 2011)
                Alat dan mesin pertanian digolongkan menjadi dua yakni alat dan mesin budidaya pertanian serta alat dan mesin pengolahan hasil pertanian. Alat dan mesin budidaya pertanian digunakan pada saat pra panen yakni pada saat pengolahan tanah, penanaman bibit jagung dan pemberantasan hama dan penyakit tananaman. Alat yang dapat digunkan misalnya traktor, alat penananambiji-bijian, alat penyemprot hama, dan lain sebagainya.sedangkan alat pengolahan hasil pertanian digunakan pada musim pasca panen yakni pada saat hasil-hasil pertanian yang sudah matang perlu untuk diolah lagi.

Untuk dapat memisahkan benda asing yang relatif berat dan tidak terbawa oleh udara, maka dibuatlah clipper. Clipper merupakan suatu alat pembersih benih yang telah dimodifikasi dan disebut air screen cleaner. Alat pengolahan benih        disebut dengan Air Screen Cleaner yang menggunakan ayakan dan blower untuk memisahkan kotoran dan menyeragamkan benih sesuai dengan ukuran benih (Khalimah,2009).


BAB III
PEMBAHASAN


 Pengolahan lahan yang luas membuat para petani memerlukan waktu yang lama tanpa adanya teknologi. Orang dapat menghabiskan waktu 1 hari dalam mengolah lahan pertanian seluas 3 hetar. Dulu belum ada mesin traktor yang ada hanyalah mereka menggunakan bantuan hewan seperti kerbau dan sapi untuk menarik garu atau yang lebih sederhana lagi hanya menggunakan cangkul. Itulah yang membuat mereka lama dalam mengolah lahan mereka. 



                       
Namun dengan adanya teknologi petani akan lebih mudah dan cepat dalam mengolah lahan mereka. Contohnya saja dengan mengunakan mesin traktor. 
 

             

Selain dari segi waktu yang pastinya lebih hemat penggunaan teknologi juga hasil yang diperoleh oleh petani lebih beragam produk dan lebih melimpah. Dulu petani biasa menanam jagung biasa, sekarang dengan cara pengawinan tanaman (jagung) dapat menghasilkan jagung hibrida yang lebih banyak hasil dan lebih menarik bentuk fisik dari jagung tersebut. Dan masih banyak lagi tentunya keuntungan-keuntugan dari penggunaan tekologi.

  Mekanisasi sangat perlu dilakukan tetapi mekanisasi juga memiliki dampak negatif yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Tekanan terhadap tanah yang dihasilkan oleh traktor dan perlengkapannya dapat menyebabkan pemadatan yang signifikan terhadap lapisan tanah dan juga menghambat pertumbuhan tanaman). Hal ini terkait dengan fungsi lahan dan tanah sebagai media tumbuh, penyedia unsur hara dan nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Pemadatan tanah terjadi karena ketika traktor melakukan pengolahan maka lintasan dari traktor akan memadatkan tanah yang dilaluinya. 



Pemadatan tanah akan mempengaruhi sifat kimia, fisik dan biologi tanah, sehingga menjadi penyebab utama degradasi tanah pertanian. Terpengaruhnya faktor-faktor tersebut akan berdampak negatif seperti terjadinya perubahan porositas tanah, ketersediaan air, laju infiltrasi serta ketersediaan unsur hara dan nutrisi bagi tumbuhan. 

Akibat yang dapat dirasakan secara langsung adalah menurunnya pertumbuhan vegetatif tanaman, menghambat penetrasi akar tanaman, membatasi pergerakan air dan udara dalam tanah sehingga akan menurunkan produksi tanaman. Dari penjelasan tersebut dapat diambil beberapa hal yaitu pemadatan tanah berbanding lurus dengan bertambah besarnya peralatan mekanisasi. Karena hal ini sangat merugikan, maka perlu strategi yang dapat mengurangi dampak negatifnya.

Upaya mengurangi pemampatan tanah dilakukan dengan :

Ø  Mengurangi frekuensi alsintan yang masuk ke dalam petak kebun.
Ø  Menghindari alsintan masuk kebun ketika kelembaban tanah melebihi kapasitas lapang.
Ø  Merakit implemen multi fungsi.
Ø  Meningkatkan kedalaman kerja implemen. 



 Dari tulisan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa efek pemadatan dalam pengolahan tanah menggunakan mesin traktor tidak dapat dihilangkan, tetapi pemadatan dapat dikurangi dengan beberapa cara sederhana. Salah satunya yaitu melakukan pengaturan tekanan yang cocok dengan kondisi lapangan dan pengaturan ini meiliki batas atas tekanan maksimum dan batas bawah tekanan minimum. 

Dengan melakukan pengaturan ini maka kerusakan tanah akibat pengolahan dapat dikurangi serta stabilitas tanah tidak terlalu terganggu. Untuk jangka panjang diperlukan penemuan-penemuan yang dapat membantu kemajuan dibidang mekanisasi pertanian, baik menggunakan peralatan yang telah tersedia ataupun inovasi dan kreativitas hal baru yang lebih baik.


DAFTAR PUSTAKA


Anonim, 2011. Kemitraan Usaha Konsepsi dan Strategi.  Pustaka Sinar Harapan, Jakarta. 

 Purwono, I 1992. Mesin Perontok Padi Dasar Penggunaan dan Karakteristik Thresher

  Penerbit Kamisius, Yogyakarta.   
 
 Soekartawi, Dkk 1985. Ilmu Usahatani dan Penelitian Untuk Pengembangan Petani Kecil

  Penerbit UI, Jakarta.

 



 






 

Label: , , ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda